Tampilkan postingan dengan label Premiere pro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Premiere pro. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 September 2013

Langkah dasar edit video menggunakan adobe premiere pro

Adobe Premiere merupakan program yang sudah umum digunakan oleh rumah-rumah produksi, televisi dan praktisi di bidangnya. Keuntungan belajar melakukan edit video menggunakan Adobe Premiere adalah program ini sebenarnya mudah dipelajari dan dalam waktu singkat Anda dapat mencapai tingkat mahir walaupun sekarang masih pemula.
Capture
Capture adalah proses memindahkan gambar dari kaset MiniDV ke harddisk komputer.
Cara capture selengkapnya
adalah sebagai berikut :
1. Aktifkan Adobe Premiere, lalu hidupkan handycam Anda.
2. Klik perintah yang muncul pada kotak Digital Video
Device, misalnya Edit and Record Video. Klik OK.
3. Kemudian klik New Project.
4. Pilih DV NTSC atau DV PAL, sesuaikan dengan jenis handycam Anda. Umumnya handycam produk Indonesia adalah PAL. Setelah itu, ketikkan nama proyek Anda pada kotak Name, misalnya “Peresmian”. Klik OK.
5. Selanjutnya Anda akan dibawa ke dalam Interface Adobe Premiere.
6. Kini pilih perintah File > Capture.
7. Pilih direktori untuk menempatkan hasil tangkapan video. Klik tab Settings.
8. Klik tombol Browse pada Video dan klik OK. Lakukan langkah serupa untuk Audio.
9. Gunakan tombol-tombol ini untuk melakukan operasi pada kaset MiniDV Anda yang ada di dalam handycam.
10. Selanjutnya klik Play dan klik Record sebagai tanda Anda sudah siap melakukan proses Capture.
11. Klik Stop jika Anda ingin menghentikan proses Capture. Terakhir ketikkan nama klip video Anda dalam Clip Name, sebagai contoh “peresmian.avi”.
12. Klik OK. Nah sekarang klip video Anda telah tersimpan dalam panel Project.
Editing di dalam Source Monitor
Editing di sini untuk memotong-motong klip video, karena banyak bagian yang ingin Anda potong atau tidak Anda diinginkan. Caranya :
1. Klik dan geser Klip video peresmian.avi ke dalam Source Monitor.
2. Tentukan awal potongan dengan menggeser . Lalu klik In Point .
3. Tentukan akhir potongan dengan menggeser lagi. Lalu klik Out Point.
4. Klik dan geser ke dalam Timeline.
5. Lakukan cara 1-4 kembali pada bagian lainnya dalam klip.
Editing di dalam Timeline
Lakukan editing ini jika masih ada bagian yang ingin Anda hilangkan. Banyak alat yang dipakai untuk mengedit di dalam Timeline. Alat yang umum digunakan pemula adalah :
• Move Tool : untuk memilih klip.
• Razor : untuk memotong klip.
• Rate Stretch Tool : untuk melambatkan
kecepatan klip.
Menambahkan Efek
Klip video di dalam timeline dapat Anda beri efek agar tampilan video menjadi menarik. Caranya, pilih jenis efek yang ada dalam tab Effects, selanjutnya klik dan geser ke dalam klip video yang Anda inginkan. Atur efek dalam tab Effect Controls. Lihat hasilnya dalam layar Program.
Menambahkan Transisi
Transisi dipakai agar perpindahan antar 2 klip dapat lebih halus. Caranya pilih jenis transisi yang ada dalam folder Video Transitions dan geser ke dalam pertemuan 2 klip. Klik transisi yang telah Anda tambahkan dan atur transisi dalam tab Effect Controls.
Memadukan Klip Video
Anda ingin berkreasi dengan memadukan sejumlah video ? Caranya letakkan video 1 pada track Video 1, lalu letakkan video yang ingin Anda padukan pada track video 2, tepat di atas video 1. Sebagai contoh video 1 adalah Brom.avi dan video 2 adalah cloud.avi.
Untuk memadukan kedua klip, klik klip cloud.avi, pilih tab Effect Controls, atur Opacity-nya. Lihat hasilnya di layar program. Untuk menambahkan klip video dari sumber lain ke dalam panel Project (misal CD), gunakan perintah File > Import.
Memadukan Klip Audio
Anda juga dapat memadukan klip Audio. Letakkan klip audio pada track Audio 1 dan klip audio 2 pada track Audio 2. Untuk mengatur volume klip audio 2 (misal agar terdengar sayup-sayup), maka atur volumenya dalam tab Effect Controls atau garis volume pada klip audio tersebut.
Untuk menambahkan audio ke dalam panel Project, gunakan perintah File > Import.
Menyimpan Proyek
Simpan proyek Anda dengan perintah File > Save, atau tekan Ctrl+S pada keyboard.
Langkah Render
Render adalah memproses edit yang telah Anda lakukan menjadi sebuah file video. Outputnya dapat Anda pilih sendiri, .avi atau .mpeg. Output AVI
• Pilih menu File > Export >Movie (Premiere Pro 2).• Pilih menu File > Export >Media (Premiere Pro CS3dan CS4).Output Mpeg
• Pilih menu File > Export >Adobe Media Encoder (Premiere Pro 2).
• Pilih menu File > Export > Media (Premiere Pro CS3 dan CS4).
Lama waktu render normalnya sama dengan durasi yang ada dalam timeline. Tentu saja ini sangat dipengaruhi oleh spesifikasi komputer Anda. Jika render adalah 4 kali dari durasi timeline, ini juga masih dalam kisaran normal.

Selamat Mencoba !
Baca selengkapnya » 0 komentar

Belajar adobe premiere pro

Adobe premiere adalah salah satu software yang sering digunakan dalam pengeditan video. Ada kesamaan interface Adobe Premiere dengan Adobe Photoshop dan Adobe After Effect adalah memberikan kemudahan dalam pemakaiannya. Gambar-gambar dapat disiapkan melalui Adobe Photoshop dan effect-effect dapat disiapkan melalui Adobe After Effect.
Oke, Langsung saja masuk ke bahasan.
1.      pastikan bahwa adobe premiere pro sudah terinstall.
2.      Buka adobe premiere pro
3.      pada saat masuk premiere akan menanyakan apakah ingin membuat project    baru atau membuka project. Karena masih dalam tahap belajar, jadi saya memilih New Project (membuat project baru). Setelah itu akan muncul tampilan new project. Setting available present DV-PAL standard 48KHz, tentukan lokasi dan nama project, kemudian klik ok. seperti pada gambar di bawah ini.


  4. akan muncul tampilan awal adobe premiere pro. Ada 3 macam project windows utama yaitu :
- Project, merupakan tempat penyimpanan file
- Monitor, merupakan tempat melihat video yang kita edit di timeline
- Timeline, merupakan tepat melakukan proses editing



5. untuk dapat mengedit video, terlebih dahulu import file yang diperlukan dengan cara klik File – Import… (Ctrl+I) atau dengan cara klik kanan di project, pilih import. Disini bisa mengimport file video, audio, dan gambar.
6. agar video bisa di edit, tekan dan geser file yang di pilih di project ke dalam timeline



7. agar terlebih nyaman di lihat, biasanya sesekali dalam proses editing perlu di berikan transisi. Transisi merupakan perpindahan tempat dari satu tempat ke tempat lain, dalam pengeditan suatu video transisi merupakan perpindahan dari satu video ke video berikutnya.
  8. sekarang kita akan mencoba untuk membuat transisi dari video yang sudah di masukkan ke dalam timeline sebelumnya. Tapi agar dapat dilakukan transisi perlu ditambahkan file lagi kedalam timeline seperti pada gambar dibawah ini. 

9. Berikan transisi dengan cara klik tab effect pada project, klik video transisions. Pada menu ini terdapat banyak pilihan effect dan transisi yang di suguhkan. Sebagai contoh pilih dissolve – cross dissolve.

 
10. Drag and drop transisi cross dissolve ditengah-tengah video yang ingin diberikan transisi, dan hasilnya seperti dibawah ini.

11. Setelah selesai proses editing, perlu meng-export hasil kerja yang telah di buat dengan cara klik File> Export> Movie… (Ctrl+M). maka akan muncul kotak dialog Export Movie yang di export ke dalam format AVI


Kemudian klik save untuk mengexport file tersebut.
12. Premiere akan memulai proses rendering. Tunggu hingga selesai

        13. Setelah selesai lihat hasil editan tersebut…



Catatan : file video yang bisa di edit di adobe premiere adalah DV AVI, selain format tersebut bisa di  edit tapi dalam proses editing akan berat dijalankan dan pada timeline akan ada garis merah..Dan untuk play N stop di premiere menggunakan spasi
Baca selengkapnya » 0 komentar

Copyright © Yayan Saputra ~ 2010

Template By Nano Yulianto